Peningkatan Ketercapaian Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Melalui Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Pelajaran Matematika Siswa Kelas X IA – 1 SMA Negeri 1 Air Joman

Ely Syafitri, Dewi Astuti

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan ketercapaian kompetensi inti Kurikulum 2013 siswa kelas X IA – 1 di SMA Negeri 1 Air Joman. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian tindakan kelas tersebut dikelompokkan atas empat tahapan, yang meliputi : (a) Perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah 36 siswa kelas X IA – 1 di SMA Negeri 1 Air Joman. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar, dan angket sikap spiritual serta angket sikap sosial. Data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang didukung dengan analisis data secara kuantitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketercapaian kompetensi inti Kurikulum 2013 ditinjau dari kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, maupun kompetensi kognitif yang mencakup pengetahuan dan keterampilan siswa. Penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pembelajaran matematika secara umum dapat terlaksana dengan kategori “baik”. Terdapat perbedaan hasil sebelum melaksanakan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), maupun antar siklus pembelajaran

Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (1996). Tes prestasi fungsi pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Amin Suyitno. et al. (2000). Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: Pendidikan Matematika FMIPA UNNES.

Anonim. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 tentang Standar Isi.

Atit Suryati. (2010). “Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Siswa.” EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya (diakses dari http://educare.e-fkipunla.net/ pada 13 Februari 2011).

Baharuddin & Mohammad Makin. (2007). Pendidikan humanistik. Yogyakarta: A-Ruzz Media.

Dimyati & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning, CTL). Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah.

Dian Armanto. (2001). Alur Pembelajaran Perkalian dan Pembagian Dua Angka dalam Matematika Realistik. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta.

E. Mulyasa. (2006). Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

E. Mulyasa. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Elika Dwi Murwani. (2006). “Peran Guru dalam Membangun Kesadaran Kritis Siswa.” Jurnal Pendidikan Penabur (No.06/Th.V/Juni 2006). SMAK BPK PENABUR Jakarta.

Ennis, R.H. (2000). “An Outline of Goals for a Critical Thinking Curriculum and Its Assessment”. This is a revised version of a presentation at the Sixth International Conference on Thinking at MIT, Cambridge, MA, July, 1994. Diakses dari http://www.criticalthinking.net/goals.html pada tanggal 10 Maret 2011.

Eri Kurniawan. (2002). Pembudayaan Keterampilan Berpikir Kritis di Perguruan Tinggi melalui Cognitive Coaching. Bandung: UPI.

Herman Hudojo. (2005). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang.

Izhab Zaleha Hassoubah. (2004). Developing Creatif and Critical Thinking Skill (Bambang Suryadi. Terjemahan). Bandung: Nuansa. Buku asli diterbitkan tahun 2002.

Johnson, Elaine B. (2009). Contextual Teaching and Learning: what it is and why it’s here to stay (Ibnu Setiawan. Terjemahan). Bandung: MLC. Buku asli diterbitkan tahun 2002.

Johnson, E, B. (2011). Contextual Teaching dan Learning Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: Penerbit Kaifa Learning.

Kemendikbud. (2013). Model penilaian pencapaian kompetensi peserta didik sekolah menengah pertama. Jakarta: Kemendikbud.

Kemendikbud. (2013). Permendikbud Nomor 68 , Tahun 2013, tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah.

Kemendikbud. (2013). Permendikbud Nomor 81A , Tahun 2013, tentang Implementasi Kurikulum, Pedoman Umum Pembelajaran.

Kemendikbud. (2013). Permendikbud Nomor 68 , Tahun 2013, tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah.

Kemendikbud. (2013). Permendikbud Nomor 81A , Tahun 2013, tentang Implementasi Kurikulum, Pedoman Umum Pembelajaran.

Krulik, S dan Rudnick, J.A (1995). The New Sourcebook for Teaching Reasoning and Problem Solving in Elementary School. Massachusetts: Allyn & Bacon A Simon & Schuster Company.

Marwanta. et al. (2009). Mathematics for Senior High School Year X (Bilingual: based on KTSP). Jakarta: Yudhistira.

Masnur Muslich. (2007). KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: PT Bumi Aksara.

McTaggart, R, (Ed). (1991). Action Research. Melbourne. Deakin Unyversity Press

Ngalim Purwanto. (2001). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurhadi. (2002). Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.

Oemar Hamalik. (2007). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Polya, G. (1973). How to Solve It (a nem aspect of mathematical method). New Jersey : Princeton University Press

Rochiati Wiriaatmadja. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rusgianto HS. (2006). Trigonometri. Yogyakarta: FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Setiawan. (2008). Prinsip-Prinsip Penilaian Pembelajaran Matematika SMA. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.

Sudaryanto. (2007). Pembelajaran Kemampuan Berpikir Kritis. Diakses dari http://www.fk.undip.ac.id/Pengembangan-Pendidikan/pembelajaran-kemampuan-berpikir-kritis.html pada 13 Februari 2011.

Sugihartono. et al. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Suharsimi Arikunto. (1999). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

Sutherland, R. (2007). Teaching for learning mathematics. New York: Open University Press.

Suyitno, H. (2012). Nilai-nilai matematika dan pendidikan karakter. Prosiding SNMPM Universitas Sebelas Maret, 1-30.

Trianto. 2009. Mendesain Model pembelajaran Inovatif – Progresif. Jakarta : Prenada Media

UNDP. (2013). Human Development Report 2013. http://www.id.undp.org/content/dam/indonesia/docs/HDR2013/HDR2013%20Report% 20English.pdf. (Diakses 02 Juni 2017)

Wina Sanjaya. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar ProsesPendidikan. Jakarta: Kencana.

Yatim Riyanto. (2009). Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi bagi Guru/Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. Jakarta: Kencana




DOI: https://doi.org/10.54314/jmn.v1i2.30

JURNAL MATHEDUCATION NUSANTARA ISSN : 2614-512X (Print) ISSN : 2614-5138 (Online) Published by Program Pascasarjana UMN Al Washliyah