Etnomatematika Masyarakat Pengrajin Anyaman Kecamatan Pulobandring

Dedi siswo

Abstract


Sebagian masyarakat sering tidak mengerti telah menggunakan mengaitkan ilmu matematika dalam kehidupannya. Kecenderungannya adalah mereka memandang bahwa matematika cuman suatu mata pelajaran yang Cuma sekedar dipelajari dan  diperoleh  dibangku  sekolah atau pendidikan formal lainnya. Padahal tidak sekedar itu, matematika  sering dimanfaatkan dalam berbagaiaspekkehidupan,misalnya dalammengukur,mengurutkan suatu bilangan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Keberadaan etnomatematika kerajinan anyaman ini dapat dipakai sebagai sumber belajar dan tentu saja dapat membuat siswa atau pun masyarakat lebih intensif memahami bagaimana budaya mereka berkaitan dengan matematika, Demikian hingga masyarakat akan menyadari bahwa dalam budaya  terdapat unsur pembelajaran  matematika yang terkandung didalamnya yang menjadikan budaya tersebut menjadi kebanggaan tersendiri dalam ruang lingkupnya

Full Text:

PDF

References


Ascher .(1997).Ethnomathematics. A.B. Powell, Ethnomathematics Challenging Eurocentrims (hlm 25-50).

Karnilah, N.(2013).Study Ethnomathematics: Penanggalan Sistem Bilangan Masyaraka Budaya

Panjaitan, D. J. (2018). Peningkatan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Jurnal MathEducation Nusantara, 1(1), 52-59.

Peard, R. (1996). Ethnomatematics O’Daffer, Phares G. 2008. Mathematics elementary school teachers. Fou Edition. Pearson Education

Rosa, M. & Orey.D. (2009). tics: The Cultural Aspect of matmaics. Revista Latinoamericana etnomatematica, 4(2) hlm 32




DOI: https://doi.org/10.54314/jmn.v2i1.54

JURNAL MATHEDUCATION NUSANTARA ISSN : 2614-512X (Print) ISSN : 2614-5138 (Online) Published by Program Pascasarjana UMN Al Washliyah